Kapan terakhir Anda mengasah Kampak Anda?

 

“Pak, saya mau mengundurkan diri. Saya malu. Saya sudah bekerja sangat keras. Saya lembur. Saya sudah mati-matian. Namun hasilnya bukan membaik malah terus menurun. Saya malu …. Pak.” tutur seorang penebang kayu kepada pimpinan yang bijaksana.

Suasana hening, karena bukan jawaban yang terdengar tetapi bunyi seruput teh panas yang nikmat ….. sruuuuut….., yang dilanjutkan kelegaan … aahh, yang membuat penebang pohon makin tertunduk malu …

Sang pimpinan perlahan bangkit dan perlahan tangan kanan yang lembut menepuk bahu kiri si penebang kayu, membuat suasana semakin hening dan tegang. Mata penebang kayu pun berkedip kedip menunggu jawaban dari pimpinan.

“Kapan terakhir kamu mengasah kampakmu?” tanya pimpinan tersebut.

Dengan tergagap gagap penebang kayu menjawab :”Man … Mana sempat, Pak !! Saya bekerja siang dan malam agar dapat memperoleh hasil yang maksimal. Mana …. mana ada waktu untuk mengasah kampakku itu..!”

Sang pimpinan tertawa keras …, “hahahhahaha itulah masalahnya. Kamu lupa mengasah kampakmu. Mana bisa kamu menebang pohon lebih banyak dengan kampak yang tumpul, bukan? hahahhahaha….

Sahabat sekalian, cerita diatas adalah sebuah gambaran nyata pada Anda dan saya, sering kita tidak memiliki waktu untuk berhenti sejenak untuk berbicara pada diri sendiri. Kita tidak mau membuang waktu untuk diam. Kita sibuk di luar diri dan takut masuk kedalam diri sendiri. Mengapa?

Marilah, sekali lagi, mari ambil waktu sejenak untuk beristirahat dan mengevaluasi diri sendiri, sejauh apa perjalanan yang sudah kita lalui dan biarkan kita mengatur kembali ritme dan jalan yang bener menuju tujuan dan impian kita.

Mari kita menengok kedalam diri kita :

Kapan terakhir Anda mengasah kampak Anda?
Kapan terakhir Anda tertawa lepas terbahak bahak?
Kapan terakhir kali Anda berdiam diri dan hanya berbicara pada diri sendiri?
Kapan terakhir Anda mengevaluasi perjalanan hidup Anda?
Kapan terakhir Anda bersujud dan menangis di kaki Nya?

Proses ini adalah proses pengenalan akan potensi diri sendiri. Anda tidak akan mungkin melangkah lebih jauh pada impian dan tujuan Anda jika Anda tidak mengenal siapa Anda, Anda tidak mengenal potensi diri Anda, Anda tidak mengenal jalan menuju tujuan Anda. Anda perlu berdiam diri sejenak dan mengali potensi diri Anda, ASAH KAMPAK ANDA SENANTIASA.

Setelah Anda mengenal potensi dan tujuan Anda, mulailah bangun IMPIAN Anda, Visualisasikan seakan-akan Anda telah mencapainya, dan buat penegasan dalam diri Anda bahwa Anda sedang dalam perjalanan menuju impian tersebut. Ada 2 kekuatan yang akan membuat Anda menjadi berkemampuan super untuk mencapai tujuan tersebut yaitu membuat alam bawah sadar Anda mendukung Anda menuju tujuan tersebut, dan Alam Sadar Anda terus melakukan penegasan akan tujuan tersebut, dan dengan 2 kekuatan ini, akan membuat dorongan yang sangat kuat membawa Anda pada impian Anda.

Bangun networking berdasarkan potensi dan kemampuan Anda, tarik mereka yang satu visi dan misi yang akan mendukung Anda lebih dekat lagi pada tujuan Anda, bangun interaksi dengan networking Anda, bangun komunitas, bangun keakraban, ciptakan momentum, dan berikan kesempatan Anda untuk berhasil.

Networking akan menjadi daya ungkit, nilai jual potensi Anda. Dengan networking Anda punya daya ungkit yang tidak terbatas. Network Anda akan membuat Peluang, Kesempatan, Ide baru, Potensi baru, dan yang pasti leverage untuk Anda mencapai tujuan dengan super cepat.

ASAH KAMPAK ANDA SENANTIASA.